Koleksi Poppy Dharsono untuk ICW 2014
Tuesday, May 13, 2014
Friday, May 2, 2014
Jakarta Fashion Food Festival 2009
Pagelaran APPMI ke 6
Lebih kurang 33 perancang dari Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia menampilkan karya dalam gelaran Jakarta Fashion & Food Festival yang dimulai 13 hingga 23 Mei di beberapa Pusat Perbelanjaan yang ada di Kelapa Gading. Berbagai tema pun diusung di acara tersebut semisal Vis a Vis, Encore! dan Heavenly Touch. Secara keseluruhan hasil karya desainer tanah air tidak kalah dengan perancang mancanegara. Pasalnya tak sedikit desainer daerah meramu karya dengan budaya setempat sehingga menjadi ciri tersendiri. Belum lagi dengan kolaborasi hal lain yang membuat karya semakin beragam.
Poppy Dharsono for Jakarta Fashion and Food Festival 2009
Wednesday, April 30, 2014
Indonesia Modern Classic Archipelago
Jakarta (ANTARA News) - Perancang busana Poppy Dharsono berusaha mengangkat keindahan budaya Indonesia melalui kreasi terbaru yang berjudul "Indonesia Modern Classic Archipelago"
"Saya mengolah busana siap pakai dengan inspirasi kain adat dari Lampung, batik Solo, tenun endek Bali, tenun Sumba, dan batik pesisiran," ujar Poppy saat dijumpai Antara News, sebelum pagelaran busana berlangsung.
Aneka kain adat tersebut lalu dipadu dengan bahan kain sutera, tafeta, katun, raw silk, lace, serta chiffon.
Seperti kebaya dengan pola kerah 'cheong-sam' berbahan kain raw silk, dipadu dengan kain batik pesisiran.
Koleksi pakaian siap pakai ini juga dilengkapi dengan bolero, jumpsuit, rok maxi, gaun pendek, 'long coat', celana jodhpur, bahkan jaket peplum.
"Saya ingin menonjolkan bahwa ini adalah interprestasi budaya yang bisa dipakai oleh wanita modern dan bukan sekadar kostum tradisional," tegas Poppy.
Warna-warna alam seperti hitam, coklat, oranye, serta merah banyak mendominasi rancangan. Detil berupa payet-payet Bali digunakan Poppy sebagai bentuk hasil kreatifitas budaya Indonesia yang mendunia.
"Budaya Indonesia itulah yang membuat kita berbeda dengan kreasi Hongkong, Jepang, atau pun India. Namun budaya kita lebih banyak, sehingga lebih mudah untuk membuatnya mendunia," imbuh Poppy. (M048)
Editor: B Kunto Wibisono
Tuesday, April 29, 2014
Poppy Dharsono Mainkan Ikat Troso in Color Dalam IFW 2014
Poppy Dharsono Mainkan Ikat Troso in Color Dalam IFW 2014
Seperti Poppy Dharsono salah satu desainer ternama di Indonesia, juga ikut mengeluarkan koleksi spesialnya yang dikemas dalam tema “Ikat Troso in Color”.
Bukan kali pertamanya Poppy mengangkat kain tradisional untuk dijadikan busana, terlebih tanggung jawab sebagai wakil rakyat juga membuatnya tergerak untuk mengangkat potensi lokal.
“Saya punya kewajiban untuk mengangkat kain tradisional. Apalagi saya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), ada banyak potensi di daerah, terutama kain yang bisa diangkat,” ucapnya di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/2014).
Jakarta Fashion Week 2014: Poppy Dharsono
JAKARTA, Nov 8, 2013/ — Designer
Poppy Dharsono at The Indonesian Fashion Designers Association (APPMI) fashion
show during Jakarta Fashion Week 2014 at Senayan City on October 22, 2013 in
Jakarta.
Photo by Dachri
Megantara/Feminagroup
Monday, April 28, 2014
Poppy Dharsono Puts Diplomacy Into Her Designs
http://www.thejakartaglobe.com/archive/poppy-dharsono-puts-diplomacy-into-her-designs/
In the
fashion show, Poppy presented 40 new looks, which were all tailored to the
personalities, fashion styles and physical features of the models.
Six
ambassadors, their spouses and seven of their close friends modeled for the
fashion show that afternoon.
Friendship
between nations was the main goal and theme of the fashion show that afternoon.
“With
fashion, we can foster a good friendship with other nations,” Poppy said.
“Fashion is art and art has no boundaries. With fashion, we can all blend
together and discover beautiful new things in life.”
Batik from
Central Java was the clear highlight of the fashion extravaganza.
Sari
Kusumaningrum, executive director of BeritaSatu Media Holdings, was the first
to walk the runway. Sari wore a gorgeous red dress with elaborate ruffles at
the skirt and a cute batik bolero with a similar hue.
Datin
Syarifah Ikhlas, wife of the Malaysian ambassador, looked stunning in the
fashion show. She wore a black velvet jacket, embellished with black sequins at
the lapels, a full skirt made of batik with a pretty truntum (small flowers)
pattern and a long crystal necklace.
Ikhlas said.
“The dresses are all very beautiful. And there’s a thick sense of friendship
and solidarity in today’s event.”
Indonesian
chef Farah Quinn wore a mini tube dress made of batik with an ornate floral
pattern that was paired with black leather boots and an elegant long overcoat
made of tenun (handwoven fabric).
“I think
it’s so glamorous, so beautiful and wow,” Farah said. “I love it.”
The host,
Melba Pria, wore a simple white silk shirt, lightly beaded at the back coupled
with an A-lined batik skirt in the parang (knife) pattern.
In
traditional Javanese culture, the Parang pattern is reserved for dignitaries
and noble families only. The Mexican ambassador definitely looked very elegant
in it.
Subscribe to:
Posts (Atom)















